Setelah gema takbir perlahan meluruh dan berganti dengan hangatnya silaturahmi, Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) UKD Lampung kembali merajut tradisi tahunannya dalam bingkai kekeluargaan yang kental. Kali ini, semilir angin laut dan debur ombak di Pantai Aurora, Kalianda, Lampung Selatan, dipilih menjadi saksi bisu pertemuan purnahari raya tersebut. Di bawah langit pesisir yang membentang luas, acara Halal Bihalal ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan sebuah momentum untuk membasuh diri dalam maaf sekaligus menyatukan frekuensi intelektual para pegiat evaluasi pendidikan di Bumi Lampung.
Minggu, 19 April 2026, mentari pagi di pesisir Kalianda menyapa dengan hangat. Di pelataran parkir, setidaknya 15 armada kendaraan terparkir rapi, membawa 46 peserta yang datang dari berbagai penjuru: mulai dari pegunungan Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Timur, hingga sang tuan rumah Lampung Selatan, serta delegasi dari Kota Metro dan Bandar Lampung. Kehadiran 46 nyawa ini membawa energi luar biasa, mengubah sudut pantai menjadi ruang diskusi terbuka yang sejuk.
Suasana khidmat mulai merayap saat acara dibuka dengan gema basmalah. Keheningan semakin terasa kala Saudara Aris Munandar melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, disusul tausiyah menyejukkan dari Prof. Ujang Suparman, M.A., Ph.D. Ketua HEPI UKD Lampung, Prof. Dr. Undang Rosidin, M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota. Laporan dari para punggawa Unit Koordinasi Cabang (UKC) se-Provinsi Lampung pun mengalir, mempertegas visi organisasi sebelum Ibu Dr. Fardarita, M.Pd. membacakan notulen terkait rencana rapat kerja mendatang.
Sebelum masuk ke agenda outbound yang menguras energi, suasana Pantai Aurora dipanaskan oleh hiburan karaoke yang spontan. Dr. Dalman menggebrak panggung dengan lantunan dangdut yang energik, membuat suasana yang semula formal menjadi cair seketika. Tak mau kalah, Bapak Rohmadi kemudian menyambung dengan lagu pop yang membawa nuansa nostalgia ke tengah-tengah peserta.
Melihat antusiasme rekan-rekan sejawat, Ibu None dan Bapak Undang turun tangan memberikan apresiasi. Dengan senyum lebar, mereka memberikan "saweran" berupa pecahan 10k dan 20k kepada setiap penampil. Aksi ini bukan soal nilai nominalnya, melainkan tentang penghargaan dan kegembiraan kolektif yang tak ternilai harganya.
Usai shalat Dzuhur dan makan siang, panggung hiburan berganti menjadi arena ketangkasan yang seru. Keriuhan berlanjut saat trio instruktur—Vandan, Winarno, dan Rahayu—menantang 46 peserta dalam permainan "Memory Jump". Winarno memandu 6 ronde instruksi yang semakin lama semakin menjebak, mulai dari perintah dasar hingga ronde "Lawan Kata". Pasir pantai berterbangan saat para peserta—yang dibagi dalam kelompok kecil—saling bertabrakan karena panik mengikuti perintah yang semakin cepat. Puncaknya pada Ronde 6, Total Recall, di mana peserta harus melakukan 5 lompatan beruntun setelah instruksi selesai. Tawa meledak setiap kali ada barisan yang "tumbang" karena salah arah atau terlambat merespons.
Sebagai pemanasan, Saudara Aris Munandar memandu permainan "Yes-No". Di atas pasir pantai, instruksi diberikan dengan tegas: saat pemandu meneriakkan kata "Yes", seluruh peserta harus melompat ke area yang ditentukan sebagai zona Yes. Sebaliknya, saat kata "No" bergema, mereka harus tangkas berpindah ke area No. Gelak tawa meledak saat para akademisi kawakan ini saling bersenggolan dan berebut ruang, berjuang menjaga keseimbangan agar tetap berada di zona yang benar.
Kegiatan yang melelahkan namun membahagiakan itu ditutup kembali dengan dentum musik. Perwakilan dari UKC Tanggamus menyumbangkan lagu dangdut, disusul penampilan penutup yang manis dari perwakilan tuan rumah UKC Lampung Selatan. Sekali lagi, Ibu None dan Bapak Undang membagikan saweran apresiasi bagi para penampil sore itu sebagai penutup keceriaan.
Menjelang pulang, saat surya mulai condong ke ufuk barat, seluruh 46 peserta bergerak serentak ke arah bibir pantai. Dalam balutan kaos biru HEPI yang seragam, mereka berbaris rapi membentuk formasi indah dengan latar belakang cakrawala laut Kalianda yang membiru. Kilatan kamera mengabadikan momen tersebut—sebuah bingkai foto bersama yang merangkum tawa, keringat, dan rasa persaudaraan yang kental.
Halal Bihalal HEPI UKD Lampung tahun ini membuktikan bahwa di balik gelar akademik yang mentereng, ada sisi manusiawi yang rindu akan tawa tulus dan kebersamaan yang sederhana. Di Pantai Aurora, persaudaraan itu tidak hanya dibicarakan dalam rapat, tetapi dirayakan melalui setiap nada lagu, setiap lompatan ketangkasan, dan satu senyum abadi dalam foto bersama. Sampai jumpa di agenda berikutnya, rekan-rekan HEPI Lampung!
***
Video Dokumentasi:
- https://youtube.com/shorts/gKmd34O63gU
- https://youtube.com/shorts/ln-KT3tcdpo
***